Artikel Immortal


    Snail Cream, Tren Kosmetik yang Mendunia

    17 Oktober 2016 ιby : admin

    PT.IMMORTAL COSMEDIKA INDONESIA merupakan perusahaan yang selalu menyusun inovasi baru dan telah mengembangkan salah satu produk unggulan pada varian Hydraline® series. Hydraline® yang berbahan dasar Astaxanthin sebagai salah satu anti-oksidan terkuat di dunia, dapat memenuhi kebutuhan kesehatan serta kecantikan sehari-hari. Salah satu variannya, Hydraline Astaxanthin Snail Cream® merupakan kombinasi sediaan unggulan yang ditawarkan dengan dua kandungan senyawa aktif, yaitu:

    1.       Astaxanthin yang merupakan The Most Powerful Antioxidant

    2.       Snail extract sebagai Natural anti-aging dan Moisturizing

    Astaxanthin adalah jenis karetonoid (zat pigmen) yang ditemukan pada ikan salmon, ikan sea bream, udang, dll1. Astaxanthin juga ditemukan di beberapa jenis ganggang, dan paling banyak terdapat pada ganggang jenis  Haematococcus plurialis2. Sebagai anti-oksidan yang paling kuat di dunia, Astaxanthin telah terbukti 1000x lebih poten daripada Vitamin C dan 6000x lebih poten dari Vitamin E3. Penggunaan ekstrak Astaxanthin secara topikal juga sudah terbukti secara ilmiah mampu meremajakan kulit dengan memperbaiki tekstur kulit, menjaga kelembaban kulit, mengurangi kerutan dan flek hitam4.

    Snail cream (krim bekicot) merupakan produk yang menjadi fokus di dunia kecantikan saat ini. Pasar Korea telah ramai memproduksi sediaan kosmetik berbahan dasar snail mucin extract dan saat ini telah menjadi tren kosmetik. Banyaknya manfaat yang ditawarkan dari snail cream menarik minat perusahaan kecantikan untuk memproduksi sedian kosmetik berbahan dasar moluska kecil ini.

    Snail pertama kali diresepkan di Yunani kuno sebagai pengobatan topikal untuk mengurangi peradangan. Saat ini, telah dikembangkan beberapa formulasi untuk memudahkan pengaplikasian sediaan tersebut. Sejarahnya bermula ketika petani di Amerika yang menangani escargot melakukan perjalanan ke Perancis dan melihat tangan mereka tampak lebih muda dan halus sehingga mereka mulai membuat ramuan yang berbahan dasar snail mucin extract.

    Lendir yang dihasilkan oleh snail berperan untuk membantu melindungi tubuh mereka terhadap gesekan, bakteri, dan sinar UV5. Lendir tersebut mengandung kombinasi beberapa senyawa seperti  elastin, protein, antimikroba, hyaluronic acid, dan glycolic acid yang keseluruhannya dikenal sebagai enhancer di dunia kecantikan. Snail mucin extract dikenal memiliki berbagai peran mulai dari memudar bintik-bintik gelap dan bekas luka, menyamarkan kerutan, dan melembabkan kulit6.

    Berikut ini merupakan komposisi utama Hydraline Astaxanthin Snail Cream®:

    Kandungan alami

    Manfaat

    Chondroitin Sulphate

    Digunakan sebagai anti-aging natural, meningkatkan kelembaban dan regenerasi kulit

    Allantoin

    Melembabkan kulit  dan meningkatkan kehalusan kulit dengan menghilangkan penumpahan sel-sel kulit mati. Allantoin juga dikenal sebagai "anti-iritasi" pada kulit.

    Glycolic acid

    Sebagai Soft Exfoliator yang menjadikan kulit terlihat lebih sehat, lembut, dan cerah.

    Collagen dan Elastin

    Sebagai anti aging yang bekerja dengan merekonstruksi serat kolagen dan elastis kulit.

     

    Komponen yang ditemukan dalam snail extract merupakan senyawa yang alami, sehingga resiko untuk menimbulkan alergi kulit lebih minimal.


 

REFERENSI :

1Timotius, K.H.; Purnomo, Ana W.; Meitiniarti, V.I. (2003). "Produksi Astaxanthin oleh Kamir Merah (Phaffia Rhodozyma) Ditumbuhkan dalam Air Kelapa yang Ditambahkan Ekstrak Kamir". Jurnal.Teknol. dan Industri Pangan, Vol. XIV, No. 2 Th. 2003

2Tominaga, K., Hongo, N., Karato, M., & Yamashita, E. (2012). Cosmetic benefits of astaxanthin on humans subjects. Acta Biochimica Polonica,59(1), 43.

3Shimidzu, N., Goto, M., & Miki, W. (1996). Carotenoids as singlet oxygen quenchers in marine organisms. Fisheries science, 62(1), 134-137.

4Earnest, C.P., Lupo, M., White, K.M., and Church, T.S. Effect of astaxanthin on cycling time trial performance. Int J Sports Med 2011 Nov;32(11):882-8

5Gabriel, U. I, Mirela, Sbanca. 2011. Quantification of mucoproteins (glycoproteins) from snails mucus, Helix aspersa and Helix Pomatia” Jour. of Agroalimentary Processes and Technologies.

6Zodape. G. V. 2010. A study on presence of bioactive compounds in snail Achantina fulica. Journal of Applied and Natural Science 2 (2): 266-268. 


Jika ada pertanyaan lebih lanjut, hubungi kami